Rabu, 28 Desember 2011

DAMPAK GLOBAL WARMING TERHADAP KESEHATAN HEWAN

DAMPAK GLOBAL WARMING TERHADAP KESEHATAN HEWAN


            Global warming atau pemanasan global adalahgejala alam yang sangat mengkhawatirkan dan membahayakan bagi kelangsunganhidup manusia di muka bumi tercinta ini. Global warming atau pemanasan globalitu adalah akibat dari menipis bahkan berlubangnya lapisan ozon pada atmosfer.Banyak sekali fungsi ozon bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi,diantaranya adalah sebagai pelindung muka bumi dari radiasi matahari yangsangat membahayakan kehidupan makhluk hidup di bumi kita tercinta ini

            Global warming menunjukkan peningkatansuhu rata-rata udara permukaan bumi dan lautan pada dekade terakhir danpeningkatan suhu ini masih akan terus berlangsung. Suhu udara rata-ratapermukaan bumi meningkat 0.74 + 0.18 C dalam 100 tahun terakhir. Prediksi bahwasuhu global cenderung meningkat sebesar 1.1 sampai 6.4 C antara tahun 1990 dan2100.

II.   PENYEBAB
           
            Peningkatan suhu bumi sebenarnya dapatterjadi secara alami, namun penyebab utama global warming ini adalah tingginyalevel greenhouse gases, terutama CO2 dan metan dalam skala masif di atmosferakibat aktifitas manusia, seperti tingginya laju pembakaran bahan bakar fosilseperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam dan perubahan fungsi lahanterutama deforestasi. sebagai resiko dari aktivitas industri, transportasi, danrumah tangga. Aktivitas tersebut meningkat seiring dengan pertambahan pendudukdan keinginan masyarakat modern yang semakin beragam.


      Bumi,merupakan kesetimbangan antara energi (panas) yang dipancarkan matahari danenergi yang dilepaskan kembali ke luar angkasa. Secara alamiah, sekitar sepertigaenergi dilepaskan kembali, sementara sisanya diserap atmosfir, daratan, danlautan. Inilah yang membuat bumi menjadi hangat. Tapi, ketika komposisiatmosfer berubah sebagai akibat penambahan karbon dioksida, maka temperaturbumi pun ikut berubah.

      Manusiadalam memenuhi kebutuhan hidupnya pasti mempengaruhi lingkungan. Semakin banyakjumlah manusia maka kecenderungan kerusakan lingkungan semakin besar. Semakinbanyak kebutuhan manusia, semakin cepat terdegradasi lingkungan di sekitarnya.Kebutuhan manusia dapat diperhitungkan dan dipenuhi oleh sumber alam yang adadi muka bumi, namun keinginan manusia sangatlah banyak. Memenuhi semuakeinginan manusia hanya akan memperburuk keadaan. Perbandingan pola produksidan konsumsi di antara negara berkembang dan negara maju membuktikan haltersebut. Beberapa ilmuwan menyatakan pemanasan global terjadi karena faktoralam. Namun sebagian besar lagi menyatakan hal itu terjadi karena ulah manusia.

            Industrialisasiyang dilakukan negara-negara maju, terutama Amerika Utara dan Eropa. Merekamenyumbang sekitar 22 milyar ton karbon per tahun�terutama dari konsumsi BBM,industri, dan penebangan hutan. Di antara negara maju, penyumbang emisiterbesar adalah Amerika (36,1%) disusul Rusia (17,4%), Jepang, dan negara Eropalainnya dalam persentase kurang dari 10%. Bandingkan dengan negara-negaraberkembang seperti Asia, Amerika Selatan, dan Afrika yang �cuma� menyumbangsekitar 4 milyar karbon per tahun�itu pun bukan dari industri, melainkanperubahan penggunaan lahan.

            Negara-negara berkembang punya hakdan keinginan untuk meningkatkan standar hidup mereka. Mau tak mau mereka akanmengkonversi hutan, menggalakkan industrialisasi, yang pada akhirnya akanmenyumbang emisi lebih banyak ke atmosfir bumi.yang akan menimbulkanmasalah-masxalah ekonomidan politik.

III.  DAMPAK

            Banyakliteratur yang menyebutkan bahwa global warming turut bertanggungjawab terhadapterjadinya becana-bencana alam di belahan bumi ini, seperti gelombang panas,badai-badai tropis, banjir besar, ataupun kekeringan berkepanjangan yangmelanda beberapa negara beberapa tahun terakhir ini. Selain menelan korbanjiwa, bencana-bencana tersebut telah menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dansosial yang sangat besar.
     
            Meningginya level permukaan laut akibatglobal warming juga telah menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat penghunipulau-pulau kecil di beberapa negara akan keberadaan tempat tinggalnya padabeberapa tahun yang akan datang.Permukaan air laut meningkat tujuh -23 inci diakhir abad yang lalu dan mengancam kawasan pantai dan menimbulkan badai danangin topan. Asia adalah kawasan paling berbahaya. Lima negara yang terancam adalahCina, India, Bangladesh, Vietnam, dan Indonesia.Akibatnya, temperatur globalnaik 0,6�C dan permukaan air laut naik 20 cm. Kalau dibiarkan saja, tahun 2100nanti temperatur global naik antara 1,4�C hingga 5,8�C dan permukaan laut bisabertambah sampai 80 cm.

            Padatahun 1958 dilakukan pengujian kadar CO2 di pegunungan Manua Loa, Hawaii.Hasilnya kandungan CO2 di atmosfir meningkat jadi 316 ppmv�dibandingkan 200ppmv di jaman es dan 280 ppmv di jaman sebelum industrialisasi modern.Belakangan, kadar CO2 sudah meningkat jadi 370 ppmv dan diperkirakan adapenambahan sekitar 160 milyar ton CO2 di atmosfir dalam 100 tahun terakhir.

            Jakartaadalah satu dari 180 kota di dunia yang 70 persen wilayahnya berada di kawasanpantai berelevasi rendah yang terancam oleh naiknya permukaan laut akibatpemanasan global itu. Kota lainnya antara lain Tokyo, New York, Mumbai diIndia, Shanghai, dan Dhaka.

            Kawasan pantai akanterkena dampak paling buruk dari pemanasan global. pada 2080 lebih dari 100juta manusia akan terkena bencana banjir tiaptahun. Bahkan pada 2090 merekameramalkan terjadinya air bah raksasa di Amerika Utara. Berulang tiga sampaiempat tahun sekali.
      Selama 100 tahun terakhir, rata-rata suhubumi telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celcius, dan diperkirakan akanmeningkat sebesar 1,4 sampai 5,8 derajat Celcius pada 2050. Kenaikan suhu ini,akan mengakibatkan mencairnya es di kutub, menaikkan suhu lautan hingga volumedan permukaan air laut meningkat.

            Bahkankalau sampai lapisan ozon di atmosfer bumi semakin lama semakin menipis danakhirnya berlubang akan mencairkan es di kutub dan air dari pencairan estersebut dapat membanjiri daratan-daratan di muka bumi. Walhasil kalau semuaitu terjadi maka bumi kita ini hanya akan menjadi kenangan saja. Semua itukemungkinan besar dapat terjadi dalam waktu yang relatif dekat. Itu didasarkanpada beberapa penemuan para ahli yang menemukan bahwa lubang ozon di kutubselatan sudah mencapai dua kali luas benus Eropa.

            Akibatlangsung dari adanya pemanasan global itu, seperti, perubahan cuaca dan iklimglobal, sistem pertanian dan persediaan bahan makanan, migrasi hewan dan penurunanjumlah spesies hewan dan tumbuhan. Selanjutnya, krisis sumber daya air yangmempunyai potensi untuk terjadinya konflik antar sektor dan antar pengguna.

            Dampaklainnya terhadap kesehatan manusia dengan munculnya berbagai penyakit hewan, ,manusia dan penyakit Zoonossis.
      Global warming juga diyakini sebagaipenyebab munculnya wabah penyakit-penyakit yang disebarkan oleh vektor. Dimana,perubahan iklim dapat merubah pola distribusi dari vektor-vektor tersebut danjuga mempengaruhi laju reproduksi dan maturasi dari agen infektif yang ada didalam tubuh vektor. Kondisi inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebabtingginya kejadian Malaria dan Dengue pada beberapa negara, termasuk Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger news

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More